Wednesday, November 13, 2013

Harga Kedelai Semakin tinggi, Pengrajin Tahu-Tempe Merugi

Nama : Fajar Rahmana

Kelas : 3EB18

NPM : 22211643

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2

Tugas : Artikel Induktif





[imagetag]






812562


[imagetag]




Pihak kementerian perdagangan (Kemendag) menanggapi soal harga kedelai impor di tingkat perajin  masih tinggi 

padahal sudah ada penghapusan bea masuk impor kedelai dari 5% menjadi 0%. Harga kedelai kini di perajin masih Rp 9.500/Kg, beberapa bulan lalu saat normal masih Rp 6.500-7.000/Kg. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Bachrul Chairi mengatakan ada beberapa sebab yang menyebabkan harga kedelai impor di dalam negeri masih tinggi. Salah satunya adalah masih melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.





Seorang perajin Yan Sutarya mengatakan, saat ini ada ada 300-an perajin dari 20 pabrik tahu di daerah Utan Kayu Utara. Namun, pihaknya menghadapi masalah harga kedelai terus melonjak pasca-Idul Fitri 2013 lalu. Kenaikan ini membuat pihaknya terpaksa menaikkan harga tahu. Namun demikian, kata Sutarya, para perajin harus menghadapi masalah ketika memasarkan produknya karena konsumen mengeluhkan harga tahu yang mengalami mahal dan ukuran tahu yang mengecil.tidak hanya itu, penurunan omzet juga dialami oleh pihaknya. "Omzet kami berkurang sampai 30 persen," ujarnya. Sementara itu pada kesempatan yang sama, salah satu perajin tahu di Utan Kayu Utara, Jaja berharap supaya peran Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) dihidupkan kembali. "Kami harap Bulog berfungsi kembali agar importir lain punya patokan," tuturnya







Kenaikan harga kedelai dari yang semula Rp 8.500 hingga di atas Rp 9.500 itu, cukup memberatkan perajin. Tingkat produksi tahu-tempe mereka pun mengalami penurunan hingga 20 persen. Padahal sebelumnya, para pengrajin mampu memproduksi tiga kwintal tahu per hari dengan omzet mencapai Rp 3,5 juta per hari. Berbagai upaya sudah dilakukan para pengrajin untuk bisa menekan harga kedelai di pasaran, mulai berunjuk rasa hingga melakukan mogok kerja namun upaya itu belum membuahkan hasil. "Pemerintah sudah mengumumkan akan ada (penurunan harga kedelai) tapi sampai saat ini belum ada penurunan sama sekali," katanya.





Catatan :





Kalimat yang diblok adalah kalimat utama



Daftar Pustaka :



http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/457101-harga-kedelai-tinggi--ini-kata-pemerintah



http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/11/08/1644301/Harga.Kedelai.Tinggi.akibat.Rupiah.Masih.Lemah



http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/ritel/13/09/20/mterkf-mendag-harga-kedelai-mahal-karena-kita-impor



http://www.tempo.co/read/news/2013/08/22/058506376/Kedelai-Naik-Pengrajin-Tahu-Tempe-Menjerit

No comments: