Thursday, October 3, 2013

Tipe Partner Kerja Yang Paling Menyebalkan

812562


[imagetag]


Terpaling - Dalam lingkungan kantor, Anda bisa bertemu berbagai macam orang dengan kepribadian yang berbeda-beda. Tak jarang pula, sikap mereka sangat menyebalkan dan bisa mengganggu pekerjaan Anda.

Berikut ini adalah beberapa tipe rekan kerja yang paling menyebalkan.

Si pemalas

Ketika Anda sibuk mengetik di depan komputer, dia sepertinya asyik membuka-buka laman Facebook-nya, mengobrol di telepon, membaca koran, atau tertawa-tawa sambil menonton televisi. Lebih menyebalkannya lagi, sepertinya si bos tidak menyadari kebiasaan malasnya itu.

Cara menghadapinya, coba abaikan saja selama dia tidak mengganggu pekerjaan Anda. Bisa jadi atasan tidak menyadarinya hari ini, tapi lama-kelamaan si pemalas akan kena batunya.

Si pengeluh

Tipe rekan kerja ini selalu punya hal yang bisa dikeluhkan dan sikapnya selalu negatif.

Cara menghadapinya, jangan sampai terkena 'virus' negatifnya. Anda tidak tahu apa yang dia alami di luar lingkungan kantor, jadi tidak ada alasan bagi Anda untuk juga bersikap negatif padanya. Tetap berusaha ramah, namun jika dia mulai menyebalkan lebih baik Anda menyingkir.

Si cerewet

Tiba-tiba saja seorang rekan kerja datang ke meja Anda dan berbicara tentang apa saja. Percakapan dengannya bisa begitu panjang, sehingga menghabiskan waktu kerja Anda.

Cara menghadapinya, langsung potong pembicaraannya dan katakan Anda harus kembali bekerja karena tenggat waktu Anda sudah dekat atau bos minta Anda segera menyelesaikan pekerjaan.

Si penjilat

Dia sepertinya selalu menjadi anak kesayangan atasan. Bagaimana tidak, karena dia selalu bisa menemukan celah untuk mengambil hati si bos.

Cara menghadapinya, berhenti kesal padanya dan cari cara lain untuk merebut perhatian si bos. Tunjukkan kinerja Anda sebaik-baiknya, namun hindari melakukan cara 'menjilat' yang sama seperti rekan kerja Anda.

Si sok tahu

Sikapnya selalu menunjukkan dia adalah orang yang paling tahu dibanding rekan kerja lainnya, padahal sebenarnya belum tentu.

Cara menghadapinya, jangan sampai Anda terlihat frustrasi menghadapinya. Berani berikan opini dan argumentasi Anda saat dia bicara. Dia akan diam sendiri begitu tahu dirinya tidak selalu benar.

No comments: