Monday, September 30, 2013

Pulau Indah yang Terkutuk



Pulau Gaiola di Italia hanya sekitar 30 meter dari pantai, terdiri dari dua pulau yang dihubungkan oleh jembatan lengkung. Unik dan indah. Terdapat vila di satu pulau, dan pulau lainnya kosong.

Nama Gaiola diambil dari bahasa latin "Cavea" yang berarti gua kecil, karena ada sebuah gua di kawasan pantai. Lalu namanya menjadi "Caviola" dan mungkin karena dialek setempat hingga sekarang dikenal sebagai Gaiola.

 



[imagetag]





Berabad lalu, terdapat kuil kecil untuk menyembah Venus di pulau yang terletak di perbatasan selatan Posillipo ini. Dan konon penyair Virgil dianggap juga sebagai penyihir sempat mengajar di sini.

Di awal abad ke-19, Pulau dihuni oleh seorang pertapa yang dikenal sebagai "The Wizard". Hingga akhirnya Norman Douglas, penulis The Land of Sirene membangun vila di atasnya.

Sejak itulah banyak masalah terjadi. Rangkaian kematian terjadi sejak tahun 1920-an. Ketika Hans Braun jadi pemilik vila, ia ditemukan dibunuh dan dibungkus dengan permadani. Tak lama kemudian istrinya tenggelam di laut.



[imagetag]





Pemilik vila berikutnya adalah Jerman Otto Grunback, yang meninggal karena serangan jantung. Nasib yang sama menimpa industrialis farmasi Maurice-Yves Sandoz, yang bunuh diri di rumah sakit jiwa di Swiss.

 Pemiliknya berikutnya, industrialis baja Jerman, Baron Karl Paulus Langheim, menjadi gila karena kehancuran ekonomi. Lalu kepemilikan berpindah ke tangan Gianni Agnelli, kepala industri otomotif Fiat. Namun akibatnya, putra tunggalnya bunuh diri.



812562


[imagetag]





Setelah kematiannya anaknya, Gianni menyerahkan Fiat pada keponakannya, Umberto Agnelli. Aneh, Umberto akhirnya meninggal di usia 33 tahun mengidap kanker langka.

Pemilik lain, multi miliarder Paul Getty, setelah membeli pulau malah mencuri cucunya hingga bermasalah dengan polisi. Dan, pemilik terakhir Gianpasquale Grappone dipenjara ketika perusahaan asuransinya gagal.

Akhirnya, pulau Gaiola kini dibiarkan kosong. Vila, jembatan unik, dan wilayah sekitarnya hanya menjadi tempat wisata.

No comments: