Monday, September 30, 2013

Dubes Paraguay untuk Asean Ucapkan Kalimat Syahadat

812562


[imagetag] Duta besar Paraguay untuk lima negara Asia, Cecar Estebon Grillon (kanan) membaca dua kalimat syahadat didampingi Menteri Agama RI, Suryadharma Ali saat memutuskan untuk menjadi muallaf di masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/9)

Duta Besar Republik Paraguay untuk lima negara ASEAN, Cecar Estebon Grillion menjadi seorang mualaf. Ia menjadi seorang pemeluk agama Islam, setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/9/2013).

Pengucapan syahadat Cecar Estebon Grillion dibimbing langsung oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Yaqub. Dengan sedikit terbata-bata Cecar mengucapkan syahadat dengan bahasa Arab.

"Asyhadu anla Ilaha illa Allah, Wa asyhadu anna Muhammad ar Rasulullah," kata Cecar, yang langsung disambut "Alhamdulillah," oleh ribuan jamaah masjid Istiqlal yang menyaksikan.

Cecar mengatakan, Islam itu adalah yang indah. Menurutnya Islam mengatur segala sendi kehidupan dan jauh dari kesan keras seperti yang digambarkan selama ini. Ia mengaku, ketertarikannya terhadap agama Islam muncul begitu saja.

Awalnya Ia hanya berpikir, kalau memang Tuhan itu ada, bagaimana mungkin nama-nama Tuhan itu berbeda-beda. Cecar pun mulai mempelajari dan membaca bahwa sebenarnya ada kesamaan nama Tuhan dari agama yang diturunkan dari keluarga Ibrahim.

Sejak awal ia sepakat bahwa Tuhan itu maha kuasa dan esa. Ini sesuai dengan konsep asli agama-agama keturunan Ibrahim. Dan itu terlihat, nama Tuhan di agama Ibrahim.

"Di Yahudi Tuhan disebut Elohim, di Kristen disebut Alah dan di Islam disebut Allah," ujarnya yang di dampingi calon istrinya Yulie Setyohadi, sebagai penerjemah.

Ia melanjutkan, menurutnya hanya agama Islam yang secara tegas menyatakan Allah itu satu dan tidak ada tandingan atau keturunan yang dapat menandinginya. Setelah menyampaikan ketertarikannya tersebut, Cecar putuskan untuk mempelajari Islam lebih mendalam.

Sementara Yulie memastikan keinginan calon suaminya mencari hidayah itu bukan, karena paksaan dari dirinya atau hanya karena alasan pernikahan. Ia mengatakan, Cecar memang serius untuk memeluk Islam, bahkan sebelumnya telah banyak belajar dari tokoh besar Islam Indonesia, Prof. KH. Quraisy Shihab dan dibimbing juga oleh Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Yaqub.



No comments: