Friday, August 16, 2013

Spa Super Mahal Khusus Buat Penderita 'Depresi Facebook'

812562


[imagetag]

 Banyak penderita 'depresi Facebook' mulai mencari pengobatan di resort spa karena putus asa tak kunjung berhasil menyapih diri mereka dari jejaring sosial. Depresi Facebook adalah fenomena kesehatan mental yang disebabkan terlalu banyak menghabiskan waktu mengakses jejaring sosial tersebut.

Bahkan, anak berusia 12 tahun pun sudah mulai memesan perawatan spa sebagai sarana rehabilitasi mereka. Terapis di Quennsland mengatakan, peningkatan jumlah anak-anak yang mengalami masalah harga diri, stres, dan depresi terjadi akibat kecanduan Facebook. Mereka mulai mengukur harga dirinya dengan keberhasilan profil di dunia online, termasuk jumlah teman dan 'likes' yang mereka dapatkan.

Dalam beberapa kasus, akibat paling ekstrem dari depresi Facebook ini yaitu penyalahgunaan alkohol, menyakiti diri sendiri, sampai gangguan makan.

Di Fountainhead Organic Health Retreat, Sunshine Coast, pasien bisa memesan berbagai perawatan spa termasuk massage ala Swedia dan berendam di kolam batu Himalaya. Mereka juga didampingi oleh pelatih. Tak hanya itu, pasien juga dijadwalkan untuk melakukan latihan di luar ruangan, memetik buah, dan berinteraksi dengan platypus.

Paket tujuh hari perawatan memakan biaya 4.550 dolar Australia atau Rp 43 juta. Sedangkan, untuk paket 28 hari, dibutuhkan biaya 15.750 dolar Australia atau Rp 149 juta. Ada lagi program yang lebih intensif selama 28 hari dengan biaya 31.000 dolar Australia atau Rp 294 juta dan 55.000 dolar Australia atau Rp 522 juta untuk perawatan selama 56 hari.

Konsultan Fountainhead, Paul Francis, mengatakan langkah pertama pengobatan tersebut yaitu melarang pasien menggunakan peralatan elektronik dan ponsel.

"Masalahnya, orang yang bermain dengan komputer atau ponsel dalam kehidupan mereka bisa menjadi stres akibat komentar yang dibuat di situs itu lalu mereka akan mengupdate status pribadinya," kata Paul, seperti dilansir news.com.au, Minggu (28/7/2013).

Bahkan, akibat yang lebih parah, menurut Paul, beberapa dari mereka tidak bisa bangun dari tempat tidur. Fountainhead memperkenalkan mereka dengan makanan organik dan kegiatan memetik buah di pertanian organik yang tersedia. Dengan begitu, pasien bisa mendapatkan pengalaman yang mendidik.

Pengelola Fountainhead lainnya, Greg Doney mengatakan kini semakin sulit untuk melepaskan orang-orang dari Facebook. Staf di Sunshine Coast's Integrated Life Centre memang mengkhususkan diri dalam mengobati depresi facebook pada remaja.

Untuk 10 hari menginap di resort tersebut, dibutuhkan biaya 9.500 dolar Australia atau Rp 90 juta. Biaya itu termasuk sesi psikoterapi, massage, perawatan wajah dan manikur, hidroterapi kolon, yoga, berselancar, dan perjalanan ke kebun binatang Australia serta pasar Eumundi.

Psikoterapis Pettina Stanghon mengatakan ada bukti yang menunjukkan bahwa pengguna facebook mengalami pelepasan adrenalin dan serotonin ketika mereka waspada terhadap update status di Facebook. Menurutnya, ini adalah kecanduan yang berbahaya. Ia menambahkan, jumlah teman di facebook secara langsung berkaitan dengan sistem nilai penggunanya.

"Aku pernah melihat gadis 16 tahun yang begitu kecanduan jejaring sosial sampai ia menjatuhkan tuduhan kepada seseorang yang diduga pelaku kejahatan seksual. Ia bahkan menyerahkan ponselnya ke polisi selama lima hari dan mengatakan bahwa ia merasa tak berarti jika hidup tanpa Facebook," cerita Pettina.

    Sumber: http://inet.detik.com/read/2013/07/28/104012/2316497/398/spa-super-mahal-tangani-penderita-depresi-facebook



    No comments: