Friday, August 2, 2013

Menanti “Malam Seribu Bulan”

812562


[imagetag]

Suatu hari Rasulullah saw menceritakan pernah ada seorang Bani Israil yang suka beribadah pada malam hari hingga pagi dan pada siang harinya, dia berjuang memerangi musuh di jalan Allah dengan menggunakan senjata yang dimiliki. Perbuatan tersebut dilakukannya selama seribu bulan secara terus menerus.



Mendengar cerita Rasulullah saw tersebut, Para Sahabat ketika itu kagum dan iri kepada lelaki Bani Israel tersebut karena kegigihannya selalu beribadah dan berjihad kepada Allah selama 1.000 bulan (83 tahun 4 bulan). 



Sedangkan para sahabat karena ajaran Islam baru disyiarkan oleh Nabi saw, dan kebanyakan dari mereka yang masuk Islam pada umur 40 tahun atau lebih. Sehingga sisa waktu umur mereka hanya sekitar 20-30 tahun saja. Sehingga tak mungkin bisa menandingi ibadah lelaki dari Bani Israel tersebut.



Karena peristiwa tersebut maka turunlah Surat Al Qadr ayat 1-3:



"Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."



Ayat tersebut menyebutkan, jika umat islam beribadah pada malam tersebut, niscaya pahalanya sama dengan pahala 1000 bulan atau setara dengan beribadah selama 83 tahun 4 bulan. Karena itu Rasulullah saw mengajarkan untuk perbanyaklah shalat, dzikir, doa, membaca Al Qur'an, bersedekah, dan berjihad di jalan Allah pada malam Lailatul Qadar tersebut.



Berkenaan dengan kapan malam Lailatul Qadar terjadi, ada beberapa riwayat yang menjelaskan tentang terjadinya malam lailatul qadar, yakni:



1. Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadr itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadan:

Aisyah r.a. berkata, "Rasulullah ber'itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, dan beliau bersabda, 'Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan." (HR Bukhari dan HR Muslim)



2. Dari Ibnu Umar ra bahwa beberapa sahabat Nabi SAW melihat lailatul qadr dalam mimpi tujuh malam terakhir, maka barangsiapa mencarinya hendaknya ia mencari pada tujuh malam terakhir." (HR: Muttafaqun Alaihi)



3. Dari Muawiyah Ibn Abu Sufyan ra bahwa Nabi SAW bersabda tentang lailatul qadar: "Malam dua puluh tujuh." (HR: Abu Daud)



4. Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadan. Lailatul Qadar itu pada sembilan hari yang masih tersisa, tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih tersisa." (HR: Bukhari)

.



No comments: