Thursday, June 6, 2013

Komnas HAM: Hormati Hak Polwan Memakai Jilbab!



812562


[imagetag]



Berkembangnya isu pelarangan Polisi Wanita (Polwan) untuk memakai jilbab mengundang reaksi keras dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).



Ketua Komnas HAM Siti Noor Laili mengatakan, jilbab merupakan pakaian yang dianjurkan bagi Muslimah yang ingin menjalankan ibadah sesuai dengan perintah agama. ''Hendaknya Polri bisa memberikan kebijakan,'' katanya ketika dihubungi Republika, Rabu (5/6).



Kebijakan tersebut untuk memberikan hak bagi Polwan yang menggunakan jilbab. Laili melanjutkan, ini demi menghormati hak atas keyakinan dan menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya.



Laili melanjutkan, walaupun seragam tersebut urusan institusi yang berkaitan. Namun, diharapkan berdasarkan pada prinsip, kebijakan menggunakan jilbab harus dihormati. ''Kalau tidak mengganggu kinerja ya tidak perlu dilarang,'' katanya.



MUI: Larang Polwan Berjilbab Adalah Masalah Nasional



Wakil Sekretariat Jenderal MUI, Tengku Zulkarnaen, menyayangkan larangan polisi wanita (polwan) memakai seragam dengan berjilbab. Padahal polwan yang bertugas di Polda Nanggroe Aceh Darussalam diperbolehkan menutup auratnya.



Menurutnya, jika di Aceh, polwan diwajibkan mengenakan jilbab, seharusnya polwan yang bertugas di seluruh provinsi di seluruh Indonesia juga diperbolehkan.



"Jika alasannya mengenai kebijakan otonomi daerah khusus, mengapa tidak bisa diperlebar kebijakan ini pada tingkat nasional. Toh mayoritas penduduk Indonesia, yang juga beberapa di antaranya bekerja sebagai polisi wanita, adalah Muslim, yang wajib mengenakan jilbab," katanya, Selasa (4/6).



Ia berharap, jika ada kesadaran dari para polwan untuk mengenakan jilbab, sebaiknya tidak ada pelarangan dalam hal ini.



Sebelumnya, MUI menerima laporan via SMS tentang larangan tersebut. Tengku menyatakan, MUI telah bergerak soal laporan tersebut.



Ia telah menjawab laporan tersebut dan mengimbau agar sang pelapor membuat laporan tertulis pada MUI. Jika laporan tertulis tersebut sudah masuk di kantor MUI, MUI sendiri akan segera melakukan sidang, dan menindaklanjuti masalah ini. "Ini adalah masalah nasional, menyangkut kepentingan banyak orang," ujarnya.



Kemudian, setelah sidang, sesegera mungkin MUI akan mengeluarkan tausiyah, yaitu berupa nasehat yang akan ditujukan langsung pada kapolri, Kepolisian, dan masyarakat umum. Tausiyah yang berupa himbauan syariah ini, akan dikeluarkan agar persoalan polwan yang ingin memakai jilbab dalam tugas dinasnya, bisa dikabulkan.



Kapolri, kata Tengku, diharapkan bisa bijak karena berwawasan luas, terutama mengenai hal ini. "Semoga nanti dia membuat kebijakan yang tidak mengecewakan banyak orang," katanya.



(*/rep/ROL)





No comments: