Thursday, June 13, 2013

Erdogan: Toleransi Sudah Berakhir!





[imagetag]






Akhir sikap toleransi pemerintah sudah tiba. Begitu ancaman pemerintah Turki di bawah PM Erdogan. Pihaknya tidak akan menunjukkan toleransi lagi. Demikian dikatakan PM Recep Tayyip Erdogan pada hari ke-12 aksi protes massal di Turki. Provokator dan teoris akan dikejar, dan tidak ada yang akan selamat.



Demikian dinyatakan perdana menteri dari partai berhaluan Islam konservatif di depan anggota parlemen dari partainya AKP di ibukota Ankara.



Ia juga mengucapkan terima kasih kepada polisi yang telah melaksanakan tugas. Demonstrasi di seluruh negara terhadap pemerintahannya dianggap sebagai serangan terarah untuk memperlemah perekonomian Turki.



Di lapangan Taksim, di pusat kota metropolitan Istanbul hingga Rabu dini hari, (11/06/13) terjadi bentrokan besar antara demonstran yang memprotes pemerintah dan polisi yang bersenjata lengkap.



Kembali aparat keamanan menindak keras massa dengan meriam air dan gas air mata. Sebagian besar demonstran yang masih berusia muda melemparkan batu serta benda-benda yang dibakar.



Lapangan Taksim Dikosongkan



812562


[imagetag]
Rabu pagi lapangan Taksim tampak lengang, walaupun tidak tenang sepenuhnya. Tampak sisa-sisa barikade yang malam sebelumnya dibongkar buldoser pemerintah. 



Ratusan orang masih tetap berada di lapangan Gezi yang berlokasi tidak jauh dari Taksim, dan menjadi lokasi awal demonstrasi.



Gubernur Istanbul Huseyin Avni Mutlu menyatakan lewat siaran televisi, penempatan aparat keamanan sekarang akan dilanjutkan setiap hari dan malam, hingga lapangan Taksim kosong sepenuhnya. Demonstran yang disebut "elemen-elemen sampingan" akan diusir, dan lapangan itu akan kembali jadi "milik rakyat".



Koresponden melaporkan bahwa ini adalah tindakan yang paling keras, yang pernah dilakukan negara selama ini. Dilaporkan sedikitnya 30 orang cedera.



Rabu pagi lapangan Taksim tampak lengang, walaupun tidak tenang sepenuhnya. Tampak sisa-sisa barikade yang malam sebelumnya dibongkar buldoser pemerintah. Ratusan orang masih tetap berada di lapangan Gezi yang berlokasi tidak jauh dari Taksim, dan menjadi lokasi awal demonstrasi.



Gubernur Istanbul Huseyin Avni Mutlu menyatakan lewat siaran televisi, penempatan aparat keamanan sekarang akan dilanjutkan setiap hari dan malam, hingga lapangan Taksim kosong sepenuhnya. Demonstran yang disebut "elemen-elemen sampingan" akan diusir, dan lapangan itu akan kembali jadi "milik rakyat".



Hingga kini sudah delapan orang tewas dan 5.000 terluka sebab bentrokan itu.



Dalam pidato siaran langsung televisi Erdogan menyerukan agar demonstran secara ikhlas meninggalkan Lapangan Taksim dan pulang ke rumah masing-masing. Dia juga bilang unjuk rasa di sana ilegal serta menyalahi peraturan. Namun seruan Erdogan ini tidak digubris. Perdana menteri itu akhirnya habis kesabaran. Dia tidak lagi bertoleransi dengan massa.





No comments: